Providensia Allah dalam bencana: Rekonstruksi persepsi pengungsi korban gempa

Iwan Setiawan Tarigan (1), Sandy Ariawan (2), Henky M. P. Sigalingging (3)
(1) Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, ID,
(2) Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, ID,
(3) Sekolah Tinggi Teologi Sumatera, Medan, ID

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui persepsi pengungsi korban gempa Tapanuli Utara tentang providensia Allah di tengah situasi sulit yang mereka hadapi. Metode  penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data  diperoleh  melalui penelitian  lapangan  (field  research) dengan  teknik  observasi  dan  wawancara.  Informan ditentukan  secara purposive  sampling. Adapun  yang  menjadi  informan  dalam  penelitian  ini adalah  Kepala Desa, Kordinator Posko Pengungsi,  Masyarakat korban erupsi dan Ketua BKAG. Peneliti menemukan beberapa situasi atau kondisi yang dihadapai oleh para korban gempa Tapanuli Utara diantaranya: pertama mengalami berbagai kesulitan selama tinggal di pengungsian, merasakan kejenuhan, berjuang untuk bisa bertahan dalam penghidupan, dan kelemahan iman. Kedua, berbagai kesulitan yang dialami membawa kepada pengenalan akan Allah dalam hidupnya sehingga berangsur-angsur pengungsi dapat menerima bahwa gempa sebagai bencana alam atas seijin Tuhan. Tuhan akan memberikan pemeliharaan dan perlindungan kepada umatNya yang percaya kepadaNya.

Full text article

Generated from XML file

References

G

Authors

Iwan Setiawan Tarigan
iwanstarigan@gmail.com (Primary Contact)
Sandy Ariawan
Henky M. P. Sigalingging
“Providensia Allah Dalam Bencana: Rekonstruksi Persepsi Pengungsi Korban Gempa”. 2022. KURIOS 8 (2). https://doi.org/10.30995/kur.v8i2.623.

Article Details

How to Cite

“Providensia Allah Dalam Bencana: Rekonstruksi Persepsi Pengungsi Korban Gempa”. 2022. KURIOS 8 (2). https://doi.org/10.30995/kur.v8i2.623.