Berteologi secara moderat dalam konteks kebhinekaan

Marianus Patora

Abstract


Doing theology is a means that can bring people to understand more about every teaching in religion so that what is understood can encourage people to apply it in everyday life. Theological ideas and views have developed very dynamically, resulting in many emerging views that are diverse, even contradicting one another. The problem that arises is when theology is not based on an attitude of respect and respect for the different views of each group, class, theological tradition, and even religion. This research is a Christian view and attitude in moderate theology in the context of Indonesian diversity. In this study, the method used is descriptive qualitative with an approach to an understanding and understanding of the importance of good theology and which does not tend to be extreme towards a particular religious group. Moderate theology within the scope of religions will be able to confront two different views and ideas by prioritizing the values of diversity as a glue to build humanist religious moderation.

 

Abstrak

Berteologi merupakan sarana yang dapat membawa manusia agar semakin memahami setiap ajaran dalam agama, sehingga apa yang dipahami dapat mendorong manusia menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Gagasan serta pandangan teologi mengalami perkembangan yang sangat dinamis, sehingga banyak bermunculan pandangan yang beragam, bahkan bertentangan satu dengan yang lain. Masalah yang timbul adalah ketika berteologi tidak didasari pada sikap menghargai dan menghormati perbedaan pandangan dari setiap kelompok, golongan, tradisi teologi, bahkan agama. Penelitian ini merupakan pandangan dan sikap Kekristenan dalam berteologi secara moderat dalam konteks kebhinnekaan Indonesia. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan terhadap suatu pengertian dan pemahaman akan pentingnya berteologi yang baik dan yang tidak cenderung bersikap ekstrim kepada suatu kelompok agama tertentu. Berteologi secara moderat dalam lingkup agama-agama akan mampu untuk mengonfrontasikan dua pandangan serta gagasan yang berbeda dengan mengedepankan nilai-nilai kebhinnekaan sebagai suatu perekat guna membangun moderasi beragama yang humanis.


Keywords


diversity; moderate; religious moderation; theology; kebhinnekaan; moderasi beragama; moderat; teologi

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Amin. Agama Normativitas Atau Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.

Abidin, Achmad Zainal. “Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Permendikbud No. 37 Tahun 2018.” JIRA: Jurnal Inovasi Dan Riset Akademik 2, no. 5 (2021): 729–736.

Abror, Mhd. “Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi.” Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam 1, no. 2 (2020): 143–155.

Akhmadi, Agus. “Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia.” Inovasi-Jurnal Diklat Keagamaan 13, no. 2 (2019): 45–55.

Dawing, Darlis. “Mengusung Moderasi Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural.” Rausyan Fikr: Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin dan Filsafat 13, no. 2 (2017): 225–255.

Ericson, Millar J. Teologi Kristen. Malang: Gandum Mas, 2004.

Ghazali, Adeng Muchtar. “Teologi Kerukunan Beragama Dalam Islam (Studi Kasus Kerukunan Beragama Di Indonesia).” ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman 13, no. 2 (2013): 271–292.

Imam Gunawan. Metode Penelitian Kualitatif : Teori Dan Praktek. Edisi-3. Jakarta: Bumi Aksara, 2015.

John M Frame. Systematic Theology: An Introduction to Christian Belief. New Jersey: P&R, 2013.

Juhn Campbell, Julianus Mojau, Zakaria J. Ngelow. Teologi Politik : Panggilan Gereja Dibidang Politik Pasca Orde Baru. Makassar: Oase INTIM, 2013.

Jura, Demsy. “PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) DALAM SEMANGAT MODERASI BERAGAMA DEMI NKRI.” Jurnal Dinamika Pendidikan 13, no. 3 (2020): 315–323.

Lattu, Izak Y M. “Agama Dan Kebangsaan: Pluralitas, Budaya Dan Ruang Virtual.” Magistrorum Et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. 1 (2021): 16–26.

Nasir, Haedar. Agama Dan Krisis Kemanusiaan Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Patora, Marianus. “Agama Dan Pelestarian Budaya: Sebuah Kajian Alkitab Terhadap Praktik Aluk Rambu Solo’dalam Upacara Kematian Orang Kristen Toraja.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 5, no. 2 (2021): 221–229.

Putri, Ni Made Anggi Arlina. “Peran Penting Moderasi Beragama Dalam Menjaga Kebinekaan Bangsa Indonesia.” In Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya, 12–18, 2021.

Rozi, Syafuan. “NASIONALISME, DEMOKRATISASI, DAN SENTIMEN PRIMORDIAL DI INDONESIA: PROBLEMATIKA IDENTITAS KEAGAMAAN VERSUS KEINDONESIAAN (KASUS ORMAS PENDUKUNG KHILAFAH ISLAMIYAH).” Jurnal Penelitian Politik 7, no. 2 (2016): 16.

Salurante, Tony. “Berteologi Global Dan Bermisi Dalam Konteks: Sebuah Usulan Kontekstualisasi Kekristenan Masa Kini.” Berteologi Global dan Bermisi dalam Konteks: Sebuah Usulan Kontekstualisasi Kekristenan Masa Kini 4, no. 2 (2020): 225–235.

Samarenna, Desti. “Berteologi Dalam Konteks Indonesia Modern.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 1, no. 1 (2017): 19–28.

Siahaya, Johannis, Nunuk Rinukti, Ho Lucky Setiawan, Charista Jasmine Siahaya, and Vicky Samuel Sutiono. “Menstimulasi Sikap Kerukunan Dalam Jemaat: Sebuah Model Moderasi Beragama Menurut Roma 14: 1-4.” KURIOS:(Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) 7, no. 2 (2021): 345–351.

Soegijono, Harry, and Marianus Patora. “Perbuatan Baik Dalam Penginjilan Ditinjau Dari Efesus 2: 10.” Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. 1 (2020): 39–50.

Tari, Ezra. “Teologi Tongkonan: Berteologi Dalam Konteks Budaya Toraja.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 2, no. 2 (2019): 93–102.

Thiessen, Henry C. Teologi Sistematika. Malang: Gandum Mas, 2015.

Tim Penyusun Kementrian Agama RI. Tanya Jawab Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.

Utami, Indah Wahyu Puji, and Aditya Nugroho Widiadi. “Wacana Bhineka Tunggal Ika Dalam Buku Teks Sejarah.” Paramita: Historical Studies Journal 26, no. 1 (2016): 106–117.

W.J.S. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahsa Indonesia. Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka, 2007.

Zen, Abdul Latif. “Perubahan Fonologis Kosakata Serapan Sansekerta Dalam Bahasa Jawa (Analisis Fitur Distingtif Dalam Fonologi Transformasi Generatif).” Diponegoro University, 2016.

Wikipedia Ensiklopedia Bebas, https://id.wikipedia.org/wiki/Agama

Perspektif Moderasi Beragama dari Kacamata Sosial Hingga Ekonomi http://rdk.fidkom.uinjkt.ac.id/index.php/2020/10/26/perspektif-moderasi-beragama-dari-kacamata-sosial-hingga-ekonomi




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v8i1.477

Article Metrics

Abstract view : 126 times
PDF - 83 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Author

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Lisensi Creative Commons
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) oleh KURIOS disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada https://sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

KURIOS diindeks oleh:

View KURIOS Stats

Online ISSN : 2541-3945

Printed ISSN : 2541-3937

Copyright © KURIOS, 2018-2021. All Rights Reserved.