Klarifikasi nilai dan pencegahan radikalisme dalam dunia pendidikan (sekolah menengah) di Indonesia

Justitia Vox Dei Hattu

Abstract


This article discusses the risks of (religious) radicalism infiltrating formal education in Indonesia, particularly in middle and high schools. The value clarification approach popularized by Louis Rahts, Sidney B. Simon, Leland W. Howe, and Howard Kirschenbaum is used in this article to examine this problem by showing that educational design, which is dominated by indoctrinating model, opens up a place for radicalism to grow faster since it does not open an adequate space for students to question and discuss the values, they have learned in the learning process. This article argues that the value clarification approach helps teachers and students choose appropriate learning models to create an adequate space for students to understand, talk, and consider the values they are learning. In order to prevent the student from and minimize radicalism in school, then, in the end, based on the value clarification model, this article offers the three tasks of preventing students from radicalism, which are sharpening intelligence, sharpening the sense and sensitivity, and improving the way we are working with others.

  

Abstrak

Artikel ini membahas tentang bahaya radikalisme (atas nama agama) yang sudah merambahi dunia pendidikan formal, secara khusus pada level sekolah menengah di Indonesia. Pendekatan klarifikasi nilai (value clarification) yang dipopulerkan oleh Louis Rahts, Sidney B. Simon, Leland W. Howe, dan Howard Kirschenbaum dipakai untuk menelaah persoalan ini dengan memperlihatkan bahwa pembelajaran yang masih didominasi oleh model indoktrinasi membuka ruang bagi bertumbuhnya paham radikalisme karena tidak tersedia “ruang” yang memadai bagi para siswa untuk mempertanyakan dan mendiskusikan nilai-nilai yang diterima dalam proses pembelajaran. Pendekatan klarifikasi nilai dapat menolong para guru dan juga siswa memilih model pembelajaran yang tepat sehingga tersedia ruang yang memadai bagi para siswa untuk memahami, mempercakapkan, dan mempertimbangkan dengan baik apa yang mereka pelajari. Sebagai upaya mencegah dan meminimalisir bahaya radikalisme di sekolah, dengan berbasis pada konteks dan juga pendekatan klarifikasi nilai, maka bagian akhir artikel ini menawarkan tritugas pencegahan radikalisme, yaitu mengasah kecerdasan, mengasah rasa dan kepekaan, serta meningkatkan kerja bersama dengan mereka yang berbeda.


Keywords


education; radicalism; value clarification; klarifikasi nilai; pendidikan; radikalisme

Full Text:

PDF

References


Adi, Catur Waskito. “Jihad Antikorupsi,” https://jateng.tribunnews.com/2016/02/17/jihad-antikorupsi (diakses 10 Agustus 2021).

Boiliu, Fredik Melkias, Noh Ibrahim Boiliu, dan Esther Rela Intarti. “Pendidikan Agama Kristen Antisipatif Radikalisme dalam Beragama di Indonesia.” Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 4, no. 2 (September 2019): 124-136.

Budijanto, Oki Wahju dan Tony Yuri Rahmanto. “Pencegahan Paham Radikalisme melalui Optimalisasi Pendidikan Hak Asasi Manusia di Indonesia.” Jurnal HAM 12, no. 1 (April 2021): 57-74.

Cah. “Disdik Depok Sudah Tarik Buku yang Diduga Ajarkan Radikalisme,” https://www.beritasatu.com/megapolitan/343634/disdik-depok-sudah-tarik-buku-yang-diduga-ajarkan-radikalisme (diakses 10 Agustus 2021).

Crain, William. Teori Perkembangan: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Justitia Vox Dei Hattu. Mewarga dengan Hati: Pembelajaran Transformatif sebagai Respons Pedagogis Kristiani terhadap Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan dalam Konteks Indonesia Masa Kini. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.

Jainuri, Achmad. Radikalisme dan Terorisme: Akar Ideologi dan Tuntutan Aksi. Malang: Intrans Publishing, 2016.

Karmila, Mila. ”Implementasi Pendekatan Klarifikasi Nilai atau Value Clarification Technic (VCT) dalam Pembelajaran Moral pada Anak Usia Dini.” Jurnal Penelitian PAUDIA 2, no. 1 (Mei 2013): 126-141.

Kirschenbaum, Howard. Value Clarification in Counseling and Psychotherapy: Practical Strategies for Individual dan Group. New York: Oxford University Press, 2013.

Latif, Yudi. Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi, dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2020.

Lestari, Ambar Sri. Narasi dan Literasi Media dalam Pemahaman Gerakan Radikalisme. Depok: Rajawali Press, 2020.

Malau, Budi Sam Law. “Dinas Pendidikan Depok Tarik Buku Anak TK yang Ajarkan Radikalisme, https://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/01/21/dinas-pendidikan-depok-tarik-buku-anak-tk-yang-ajarkan-radikalisme (diakses 10 Agustus 2021).

Muchith, M. Saekan. “Radikalisme dalam Dunia Pendidikan.” ADDIN 10, no. 1 (Februari 2016): 163-180.

Nugroho, Wahyu. “Spiritualitas dan Upaya Deradikalisasi Agama.” Dalam Beragama yang Ramah dan Bersahabat, peny. Jeniffer F.P. Wowor, Djoko Prasetyo Adi Wibowo, Wahyu Nugroho, dan Kees de Jong, 187-200. Yogyakarta: Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia dan Pusat Studi Agama-agama Fakultas Teologi UKDW, 2019.

Qodir, Zuly. “Keindonesiaan dan Sektarianisme Keagamaan.” Dalam Beragama yang Ramah dan Bersahabat, peny. Jeniffer F.P. Wowor, Djoko Prasetyo Adi Wibowo, Wahyu Nugroho, dan Kees de Jong, 143-170. Yogyakarta: Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia dan Pusat Studi Agama-agama Fakultas Teologi UKDW, 2019.

Simeon, Sidney B., Leland W. Howe, dan Howard Kirschenbaum. Values Clarification: A Practical, Action-Directed Workbook. New York: Warner Books, 1995.

Suardana, I Made. “Mengurai Landasan Konseptual Pendidikan Agama Kristen Multikultural dalam Konteks Indonesia.” Kurios 6, no. 2 (Oktober 2020): 346-366.

Sudiarja, A. Pendidikan dalam Tantangan Zaman. Yogyakarta: Kanisius, 2014.

Sujatmiko, “Kebijakan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme.” Webinar Seri 3, Kemenppa RI – Kedeputian Bidang Pemenuhan Hak Anak, Jakarta, 3 Agustus 2021.

Suprastowo, Philip, dkk. Menangkal Radikalisme dalam Pendidikan. Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.

Supriadi, Endang, Ghufron Ajib, dan Sugiarso. “Intoleransi dan Radikalisme Agama: Konstruk LSM tentang Program Deradikalisasi.” Jurnal Sosiologi Walisongo 4, no 1 (2020): 53-72.

Wowor, Jeniffer Pelupessy. “Partisipasi Pendidikan Kristiani di Ruang Publik dalam Menunjang Deradikalisasi.” Kurios 7, no. 1 (April 2021): 108-122.




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v8i1.466

Article Metrics

Abstract view : 147 times
PDF - 86 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Author

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Lisensi Creative Commons
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) oleh KURIOS disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada https://sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

KURIOS diindeks oleh:

View KURIOS Stats

Online ISSN : 2541-3945

Printed ISSN : 2541-3937

Copyright © KURIOS, 2018-2021. All Rights Reserved.