Pedagogi filoeirene: Ajakan untuk mencintai perdamaian dalam kemajemukan

Samel Sopakua, Johanes Waldes Hasugian

Abstract


Hate speech and invitations to be hostile to adherents of other religions and beliefs are becoming a strengthening phenomenon today. Intolerance and radicalism that lead to violence and social conflict are increasingly arbitrary. This hostility occurs in the world of education, teachers and students are exposed to ideas that are contrary to the values of Pancasila and religious norms. Religious moderation as an effort to deradicalize through religious education, especially Christian religious education, is gaining momentum to instill peace-loving values in students. To achieve this, Christian religious education exists and participates in and through it. Various sources of literature or literature study to explore the data, with qualitative-descriptive research were conducted to find a picture of the philoeirene model in Christian religious education and to actualize the education of peace-loving attitudes in students. This study found that a comprehensive, basic, or deep and deeply rooted understanding of the concepts of peace and philoeirene is not an option but is imperative in nature to be instilled in every student. Strengthening contextual or relevant curriculum and commitment to implementing a peace-loving attitude is praxis in Christian religious education in a pluralistic society.

 

Abstrak

Ujaran kebencian dan ajakan untuk memusuhi penganut agama dan kepercayaan lain menjadi fenomena yang menguat dewasa ini. Intoleransi dan radikalisme yang berujung pada kekerasan dan konflik sosial semakin semena-mena. Sikap permusuhan tersebut terjadi di dunia pendidikan, guru dan murid terpapar pada paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan norma agama. Moderasi beragama sebagai upaya deradikalisasi melalui pendidikan agama, khususnya pendidikan agama Kristen mendapat momentum untuk menanamkan nilai cinta damai dalam diri peserta didik. Untuk mewujudkan hal tersebut pendidikan agama Kristen hadir dan berpartisipasi di dalam dan melaluinya. Berbagai sumber literatur ataupun studi pustaka untuk mengeksplorasi data, dengan penelitian kualitatif-deskriptif dilakukan untuk menemukan gambaran model filoeirene dalam pendidikan agama Kristen, serta mengaktualisasikan pendidikan sikap cinta damai dalam dalam diri peserta didik. Penelitian ini menemukan bahwa pemahaman yang komprehensif, mendasar atau mendalam serta mengakar kuat berkenaan dengan konsep perdamaian dan filoeirene bukan opsi namun bersifat imperatif ditanamkan bagi setiap peserta didik. Penguatan kurikulum yang kontekstual atau relevan dan komitmen dalam mengimplementasikan sikap cinta damai merupakan suatu praksis dalam pendidikan agama Kristen di tengah masyarakat majemuk.


Keywords


Christian religious education; philoeirene; loving-peacefulness; plural society; cinta damai; masyarakat majemuk; pendidikan agama Kristen

Full Text:

PDF

References


Arifianto, Yonatan Alex, and Aji Suseno. “Filsafat Politik Dan Praktisnya Dalam Persepektif Iman Kristen.” Jurnal Antusias 6, no. 2 (2021): 76–91.

Bank, James A., and Charry A. McGee Bank. Multicultural Education: Issues and Perspective, (New York: John Willey and Sons,. New York: John Willey and Sons,Inc, 2001.

Basri, Basri, and Nawang Retno Dwiningrum. “Potensi Radikalisme Di Perguruan Tinggi (Studi Kasus Di Politeknik Negeri Balikpapan).” JSHP: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan 3, no. 1 (2019): 84–91.

Boehlke, Robert R. Theories of Learning in Christian Education. Westminster Press, 1962.

Christiani, Tabita Kartika. “Pendidikan Perdamaian Di Indonesia.” In Memulihkan, Merawat, Dan Mengembangkan Roh Perdamaian. Yogyakarta: Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian, 2011.

Creswell, John W. Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif Dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Vol. 3, 2013.

Farasonalia, Riska. “7 Kepala Sekolah Di Jateng Terpapar Radikalisme, Ganjar Tindak Tegas.” KOMPAS.Com, September 16, 2019.

Groome, Thomas H, and Christian Religious Education. “Sharing Our Story and Vision.” New York: HarperSanFrancisco (1980).

Harris, Ian. M., and Mary Lee Morrison. Peace Education. North Carolina and London: McFarland &Campany,Inc, 1943.

Hasugian, Johanes Waldes, Agusthina Christina Kakiay, Novita Loma Sahertian, and Febby Nancy Patty. “Panggilan Untuk Merekonstruksi Strategi Pendidikan Agama Kristen Yang Kontekstual Dan Inovatif.” Jurnal Shanan 6, no. 1 (2022): 45–70.

Hidayatulloh, Muhammad Syarif, and Fitri Nurhidayati. “Deradikalisasi Agama Melalui Kegiatan Keagamaan Di Masjid Kampus Ulul Azmi UNAIR Surabaya.” INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 13, no. 2 (2019): 305–328.

Mubarak, Syaugi, Badrian Badrian, and Faisal Mubarak. “Peran Kearifan Lokal Dalam Upaya Deradikalisasi Paham Radikal Di Kalimantan Selatan.” Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora 18, no. 2 (2020): 155–172.

Munip, Abdul. “Menangkal Radikalisme Agama Di Sekolah.” Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 (2012): 159–181.

Nafiah, Yunin Nurun, and Wardan Suyanto. “Penerapan Model Problem-Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa.” Jurnal Pendidikan Vokasi 4, no. 1 (2014).

Nugraha, Joko Tri, Retno Dewi Pramodia Ahsani, and Nike Mutiara Fauziah. “Meneguhkan Nilai Keindonesiaan Melalui Program Deradikalisasi Anak Usia Dini Di Kampung Karanggading Kota Magelang.” Indonesian Journal of Community Services 2, no. 1 (2020): 80–91.

Pareira, Berthold A, Guido Tisera, and Martin Harun. “Keadilan, Perdamaian Dan Keutuhan Ciptaan.” Jakarta: Lembaga Biblika Indonesia (2007).

Saleh, M. Nurul Ikhsan. Peace Education; Kajian Sejarah, Konsep Dan Relevansi Dengan Pendidikan Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.

Saputra, Muhammad Nur Adnan, Muhammad Nurul Mubin, Ahmad Minhajul Abrori, and Rika Handayani. “Deradikalisasi Paham Radikal Di Indonesia: Penguatan Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Moderasi.” Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah 6, no. 2 (2021): 282–296.

Sianipar, Desi, Wellem Sairwona, Johanes Waldes Hasugian, Nova Ritonga, and Yunardi Kristian Zega. “Teaching Anti-Discrimination Attitudes through Christian Religious Education in School.” International Journal for Educational and Vocational Studies 3, no. 4 (2021): 275–279.

Suprobo, Indro. “Spiritualitas Agama-Agama Untuk Keadilan Dan Perdamaian.” Yogyakarta: Interfidei, 2011.

Suseno, Frans M. Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk. Yogyakarta: Obor, 2004.

Tim Penyusun Kementerian Agama. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.

Wangyu, Wangyu, and Robi Panggarra. “Konsep Eirene Berdasarkan Efesus 2: 11-22 Dan Implementasinya Dalam Kekristenan Masa Kini.” Jurnal Jaffray 8, no. 2 (2010): 86–105.

Yani, Ahmad, and Jazariyah Jazariyah. “Penyelenggaraan PAUD Berbasis Karakter Kebhinekaan Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme Sejak Dini.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 5, no. 1 (2020): 1–13.

Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi Dan Aplikasinya Dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kharisma Putra Utama, 2011.




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v8i1.460

Article Metrics

Abstract view : 154 times
PDF - 60 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Author

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Lisensi Creative Commons
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) oleh KURIOS disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada https://sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

KURIOS diindeks oleh:

View KURIOS Stats

Online ISSN : 2541-3945

Printed ISSN : 2541-3937

Copyright © KURIOS, 2018-2021. All Rights Reserved.