Pendidikan yang membebaskan: Sadar akan pluralitas dalam pendidikan Kristiani di era posmodern

Frans Pantan

Abstract


This study aims to examine the pluralistic principle in Christian religious education in the postmodern era. This research process uses descriptive social qualitative methods. Namely, researchers use descriptive data, explain, and analyze phenomena, and interpret social dynamics and attitudes of beliefs that develop in society in the framework of educational analysis. The study results indicate that essentially education is life and/or life is education. Based on this principle, the goal of education is to humanize humans, namely, to consistently manage harmonious relationships with Allah, the Owner of their lives, others, and their environment. This research finds common ground and, at the same time, produces an inclusive education formulation that sees the others in the frame of plurality or plurality who are entitled to enjoy the freedom of expression in the light of the will of the Divine. This concept must be present in the life of postmodern society.

 

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji prinsip pluralistik dalam Pendidikan agama Kristen di era postmodern. Proses penelitian ini menggunakan metode kualitatif sosial deskriptif, yakni peneliti memanfaatkan data deskriptif, menjelaskan dan menganalisis fenomena, menginterpretasi dinamika sosial dan sikap kepercayaan yang berkembang di masyarakat dalam bingkai analisis pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hakikatnya pendidikan adalah kehidupan dan/atau kehidupan adalah pendidikan. Didasari dengan prinsip tersebut maka tujuan ultim pendidikan adalah memanusiakan manusia secara utuh, yakni secara konsisten mengelola relasi harmoni dengan Allah-Sang Pemilik hidupnya, sesama dan lingkungannya. Penelitian ini menemukan titik temu dan sekaligus menghasilkan rumusan pendidikan inklusif yang melihat the others dalam bingkai kemajemukan atau pluralitas yang berhak menikmati kebebasan berekspresi dalam terang kehendak Sang Ilahi. Konsep ini harus disajikan dalam kehidupan masyarakat postmodern.


Keywords


Christian education; exclusivity; inclusive; plurality; primordialism; eksklusivitas; inklusif; pendidikan Kristiani; pluralitas; primordialisme

Full Text:

PDF

References


Ariefin, Dwi. “Peran Serta Menjaga Kemajemukan Bangsa Dengan Pembinaan Warga Gereja.” PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 15, no. 2 (2019): 33–38.

Bagus, Ida, Raden, Raditya Manuaba, and Supriyadi. “Hubungan Fanatisme Kelompok Dengan Perilaku Agresi Pada Anggota Organisasi Kemasyarakatan.” Jurnal Psikologi Udayana 5, no. 2 (2018): 460.

Bellah, Robert N. Beyond Belief: Essays on Religion in a Post-Traditional World. New York: Harper and Row, 2001.

Chandra, Donny Charles. “Fungsi Teori Dalam Metode Penelitan Kualitatif.” Reseach Gate, 2019.

Darmawan. “Revitalisasi Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Bermasyarakat Di Era Globalisasi.” Universitas Islam Raden Inten Lampung, 2017.

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Saku: Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, 2020.

Durkheim, Émile. The Elementary Forms of Religious Life. New York: The Free Press, 2001.

Hammond, Lily Hardy. “Agama Sebagai Inspirasi Bukan Aspirasi.” Qolamuna : Jurnal studi islam 2, no. 2 (2017): 313–332. http://stismu.ac.id/ejournal/ojs/index.php/qolamuna/article/view/46.

Heriyanti, Komang. “Humanisme Dalam Ajaran Konfusianisme.” Jurnal Filsafat Agama Hindu 12, no. 1 (2021): 56–66.

Hornby, A.S., Jennifer Bradbery, and Margaret Deuter. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. 9th ed. Oxford: Oxford University Press, 2015.

Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama. Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama RI Gedung Kementerian Agama RI Jl.MH. Thamrin No.6 Lt. 2 Jakarta Pusat. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.

Kristiawan, Muhammad. Filsafat Pendidikan: The Choice Is Yours. Yogyakarta: Valia Pustaka, 2016.

Lasut, Shirley, Johny Hardori, Sadrakh Sugiono, Yada Putra Gratia, Jannes Edward Sirait, and Channel Eldad. “Membingkai Kemajemukan Melalui Pendidikan Agama Kristen Di Indonesia.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 4, no. 2 (2021): 4.

Lestari, Gina. “Bhinnekha Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia Di Tengah Kehidupan Sara.” Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2015).

Lestari, Yeni Sri. “Politik Identitas Di Indonesia: Antara Nasionalisme Dan Agama.” Journal of Politics and Policy 1, no. 1 (2018): 19–30. https://jppol.ub.ac.id/index.php/jppol/article/view/4.

Maleachi, Martus A. “Daging Yang Dipersembahkan Kepada Berhala-Berhala: Suatu Eksegese Terhadap 1 Korintus 8:1-13.” Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 1, no. 4 (2001): 123–140.

Marbun, Purim. “Gereja Sebagai Pusat Pendidikan Jemaat.” In Reaffirming Our Identity: Isu-Isu Terpilih Menjawab Perubahan Sekaligus Mempertahankan Identitas, edited by Junifrius Gultom and Frans Pantan. Jakarta: Bethel Press, 2104.

Maryam, Kurniawati. Pendidikan Kristiani Multikultural. Nusaloka, BSD, Tangerang: Bambo Brigde Press, 2014.

Nasution, Aisyahnur. “Moderasi Beragama Di Era Disrupsi Digital.” In Literasi Moderasi Beragama Di Indonesia. Bengkulu: Zigie Utama, 2020.

Pakpahan, Gernaida K. R., and Abraham Yosua Taneo. “Kajian Sosio – Etis Teologis Terhadap Moralitas Sosial Umat Kristen Di Kecamatan Alak, Kupang – Nusa Tenggara Timur.” Matheo : Jurnal Teologi/Kependetaan 10, no. 1 (2020): 23–36.

Pakpahan, Gernaida Krisna R. “Perempuan Dan Kerajaan Allah.” In Reaffirming Our Identity: Isu-Isu Terpilih Menjawab Perubahan Sekaligus Mempertahankan Identitas, edited by Junifrius Gultom and Frans Pantan. Jakarta: Bethel Press, 2014.

Pakpahan, Gernaida Krisna, Ibnu Salman, Andreas Budi Setyobekti, Ivonne Sandra Sumual, and Apin Militia Christi. “Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Upaya Mencegah Radikalisme.” KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 7, no. 2 (2021): 435–445.

Pantan, Frans. E-Christ As Our Life Values. Jakarta: Hegel Pustaka, 2021.

Rachmat, Noor. Pengembangan Pluralisme Di Indoensia. Jakarta: Hegel Pustaka, 2015.

Rambitan, Stanley R. “Pluralitas Agama Dalam Pandangan Kristen Dan Implikasinya Bagi Pengajaran PAK.” Jurnal Shanan 1, no. 1 (2017): 93–108.

Ridderbos, Herman. Paulus: Pemikiran Utam Theologinya. Surabaya: Momentum, 2015.

Setyobekti, Andreas Budi, Susanna Kathryn, and Suwondho Sumen. “Implementasi Nilai-Nilai Bhineka Tunggal Ika Dalam Membingkai Keberagaman Pejabat Gereja Bethel Indonesia Di DKI Jakarta.” SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) 4, no. 1 (2021): 1–10.

Snijders, Adelbert. Antropologi Filsafat Manusia: Paradoks Dan Seruan. Yogyakarta: Kanisius, 2004.

Spencer, Andrew J. “Beyond Christian Environmentalism: Ecotheology as an Over-Contextualized Theology.” Themelios 40, no. 3 (2015).

Sumual, Ivonne Sandra. “Potret Perempuan Gereja Dalam Berbangsa.” In Bergereja Dalam Bingkai Kebangsaan. Jakarta: STT Bethel Indonesia, 2016.

Supriyanto, Supriyanto. “Memahami Dan Mengukur Toleransi Dari Perspektif Psikologi Sosial.” Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam 15, no. 1 (2018): 23.

Suratman, Efesus, Muryati, Gernaida K.R. Pakpahan, Yusak Setianto, and Andreas Budi Setyobekti. “Moderasi Beragama Dalam Perspektif Hukum Kasih.” In Prosiding Pelita Bangsa, 1:1–10, 2021. https://kemenag.go.id/read/moderasi-beragama-dalam-perspektif-hindu-m7ee3.

Tambunan, A M Hasiholan, and Andreas Budi Setyobekti. “Ekstraksi Pemahaman Cyprianus Tentang Extra Ecclesiam Nulla Salus Bagi Gereja Pentakosta Di Era Postmodern.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 4, no. 1 (2021): 28–42.

Tanhidy, Jamin, Priska Natonis, and Sabda Budiman. “Implementasi Pelayanan Lintas Budaya Dalam Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 10:34-43.” LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya 4, no. 2 (2021): 124–134.

Tumanggor, Raja Oloan. Misi Dalam Masyarakat Majemuk. Jakarta: Genta Pustaka Lestari, 2014. http://www.gentapustakalestari.wordpress.com.

Turner, Bryan S. Agama Dan Teori Sosial : Rangka Pikir Sosiologi Dalam Membaca Eksistensi Tuhan Di Antara Gelegar Ideologi-Ideologi Kontemporer. Yogyakarta: IRCiSoD, 2006.

Wiyono, Suko. “Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Sebagai Panduan Dalam Mewujudkan Masyarakat Adil Makmur Berdasarkan Pancasila.” Journal of Chemical Information and Modeling 15, no. 1 (2019): 37–52.

Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (2020): 28.

Zuck, Roy B. A Biblical Theology Of The New Testament. Malang: Gandum Mas, 2011.




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v8i1.453

Article Metrics

Abstract view : 214 times
PDF - 95 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Author

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Lisensi Creative Commons
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) oleh KURIOS disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada https://sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

KURIOS diindeks oleh:

View KURIOS Stats

Online ISSN : 2541-3945

Printed ISSN : 2541-3937

Copyright © KURIOS, 2018-2021. All Rights Reserved.