Kerukunan sosial internal dalam jemaat: Refleksi teologis 1 Korintus 1:10-13

Asih Rachmani Endang Sumiwi, Joko Sembodo, Joseph Christ Santo

Abstract


Harmony in society is an important thing that needs to be realized as an effort to suppress conflict with the nuances of SARA (ethnicity, religion, race, inter-group). The church needs to have sensitivity in contributing to realizing this harmony. Starting from the internal harmony of Christians, this harmony extends to social harmony. This article seeks to answer how Christians realize social harmony with regard to Paul's message on 1 Corinthians 1:10-13. This research was conducted with a qualitative literature approach, using an interpretive descriptive method on the text of 1 Corinthians 1: 10-13. The conclusion of this paper is that Christians need to participate in building social harmony starting from the internal harmony of the congregation, which is done in three ways: speaking the same things, which means having agreement; being closely united, which means being bound together; and having one mind, which means having similarities in thinking and considering. 

Abstrak

Kerukunan dalam bermasyarakat merupakan hal penting yang perlu diwujudkan sebagai upaya untuk menekan konflik dengan nuansa SARA. Gereja perlu memiliki sensitivitas dalam turut mewujudkan kerukunan tersebut. Diawali dari kerukunan intern umat Kristen, kerukunan ini meluas kepada kerukunan sosial. Artikel ini berusaha menjawab bagaimana orang Kristen mewujudkan kerukunan sosial berkenaan dengan pesan Paulus melalui 1 Korintus 1:10-13. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif literatur, menggunakan metode deskriptif interpretatif atas teks 1 Korintus 1:10-13. Kesimpulan dari tulisan ini adalah, orang Kristen perlu turut membangun kerukunan sosial, yang dimulai dari kerukunan internal jemaat, dengan menerapkan tiga hal, yaitu: seia sekata, yang berarti memiliki kesepakatan; erat bersatu, yang berarti terikat bersama; dan sehati sepikir, yang berarti memiliki kesamaan dalam berpikir dan mempertimbangkan.


Keywords


1 Corinthians 10; church harmony; congregational harmony; social harmony; 1 Korintus 10; kerukunan jemaat; kerukunan sosial

Full Text:

PDF

References


Arifianto, Yonatan Alex, dan Joseph Christ Santo. “Tinjauan Trilogi Kerukunan Umat Beragama Berdasarkan Perspektif Iman Kristen.” Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020): 1–14.

Arifianto, Yonatan Alex, dan Kalis Stevanus. “Membangun Kerukunan Antarumat Beragama dan Implikasinya bagi Misi Kristen.” HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 1 (2020): 39–51.

Drane, John. Memahami Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000.

Ghazali, Adeng Muchtar. “Teologi Kerukunan Beragama dalam Islam (Studi Kasus Kerukunan Beragama di Indonesia).” Analisis XIII, no. 2 (2013): 281–302.

Haryanto, Joko Tri. “Kearifan Lokal Pendukung Kerukunan Beragama pada Komuntias Tengger Malang Jatim.” Analisa 21, no. 2 (2014): 201.

Ismail, Arifuddin. “Refleksi Pola Kerukunan Umat Beragama.” Analisa 17, no. 2 (2010): 175.

Kawangung, Yudhi, dan Jeni Ishak Lele. “Diskursus Kerukunan Sosial Dalam Perspektif Masyarakat Kristen Di Indonesia.” VISIO DEI: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 1 (2019): 141–160.

Mawardi. “Reaktualisasi Kerukunan Antar Umat Beragama Dalam Kemajemukan Sosial.” Substantia 17, no. April (2015): 55–66.

Ningsih, Widya Lestari. “Kitab Sutasoma: Pengarang, Isi, dan Bhinneka Tunggal.” Diedit oleh Nibras Nada Nailufar. Kompas.com, Mei 6, 2021. https://www.kompas.com/stori/read/2021/05/06/150410179/kitab-sutasoma-pengarang-isi-dan-bhinneka-tunggal-ika?page=all.

Santo, Joseph Christ. “Makna Kesatuan Gereja dalam Efesus 4: 1-16.” Jurnal Teologi El-Shadday 4, no. 2 (November 30, 2017): 1–34. http://stt-elshadday.ac.id/e-journal/index.php/jte/article/view/2.

———. “Strategi Menulis Jurnal Ilmiah Teologis Hasil Eksegesis.” In Strategi Menulis Jurnal untuk Ilmu Teologi, 121–139. Semarang: Golden Gate Publishing, 2020.

Suharto, Sugeng. Kebijakan Pemerintah sebagai Manifestasi Peningkatan Toleransi Umat Beragama guna Mewujudkan Stabilitas Nasional dalam Rangka Ketahanan Nasional. Ponorogo: REATIV, 2019.

Sumiwi, Asih Rachmani Endang, dan Yonatan Alex Arifianto. “Tinjauan Roma 15:5-6 untuk Meningkatkan Kerukunan Intern Orang Percaya Masa Kini.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 2 (2021): 267–283.

Zaluchu, Sonny Eli. “Analisis Kisah Para Rasul 15 Tentang Konflik Paulus dan Barnabas serta Kaitannya dengan Perpecahan Gereja.” Kurios 4, no. 2 (2918): 107–117. http://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

———. “Metode Penelitian di dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 2 (2021): 249–266.

Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan. Malang: Gandum Mas, 2016.

Hebrew/Greek Interlinear Bible. V28-b21012 ed. HagiosTech, Inc. All rights reserved, 2021.

“rukun.” Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2016.




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v7i2.339

Article Metrics

Abstract view : 376 times
PDF - 122 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Author

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Lisensi Creative Commons
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) oleh KURIOS disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada https://sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

KURIOS diindeks oleh:

View KURIOS Stats

Online ISSN : 2541-3945

Printed ISSN : 2541-3937

Copyright © KURIOS, 2018-2021. All Rights Reserved.