Dari mata turun ke hati: Mengembangkan sikap menghargai perbedaan dalam bingkai moderasi beragama

Rogate Artaida Tiarasi Gultom

Abstract


This article aims to offer a constructive idea about developing an attitude that respects differences, both in terms of theological perspectives and traditions, dogmatic views, church denomination membership, and even religion. The strengthening of religious fundamentalism triggers the occurrence of a religious pattern that is too fanatical and considers its views and groups to be the most correct, so they tend to judge differences using the judgment model. The idea offered is to internalize Jesus' teaching not to judge others excessively through the narrative of Matthew 7:1-5. This research is qualitative-descriptive, with a constructive approach related to the theme of “respect” and “non-judgmental” toward others. In conclusion, the church needs to continue to build fellowships or networks between Christians in different denominations, and between religious communities, and to develop a "non-judgmental" attitude.

 

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk menawarkan sebuah gagasan konstruktif tentang mengembangkan sikap yang menghargai perbedaan, baik dalam hal perspektif dan tradisi teologi, pandangan dogmatika, keanggotaan denominasi gereja, bahkan hingga agama. Menguatnya fundamentalisme beragama memicu terjadinya pola beragama yang terlalu fanatik, menganggap pandangan dan kelompoknya yang paling benar, sehingga cenderung menilai perbedaan dengan model penghakiman. Gagasan yang ditawarkan adalah menginternlisasi ajaran Yesus untuk tidak menghakimi orang lain secara berlebihan melalui narasi Matius 7:1-5. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif, dengan pendekatan konstruktif terkait tema “menghargai” dan “tidak menghakimi” sesama. Simpulannya, gereja perlu terus membangun persekutuan atau jejaring antarumat Kristen dalam perbedaan denominasi, hingga antarumat beragama, dalam rangka mengembangkan sikap yang “tidak menghakimi”.


Keywords


judging others; religious moderation; respectiing diversities; menghakimi sesama; menghargai perbedaan; moderasi beragama

Full Text:

PDF

References


Adiprasetya, Joas. “Dari Tangga Ke Taman: Multiplisitas Pertumbuhan Iman Dan Implikasinya Bagi Karya Pedagogis, Pastoral, Dan Liturgis Gereja.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 4, no. 2 (2020): 127–142.

———. “Hospitalitas: Wajah Sosial Gereja Masa Kini.” Situs Komunitas Jemaat GKI Pondok Indah. Last modified 2013. Accessed November 12, 2020. https://gkipi.org/hospitalitas-wajah-sosial-gereja-masa-kini/.

Adiprasetya, Joas, and Nindyo Sasongko. “A Compassionate Space-Making: Toward a Trinitarian Theology of Friendship.” Ecumenical Review 71, no. 1–2 (2019): 21–31.

Akhmadi, Agus. “Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia (Religious Moderation in Indonesia’s Diversity).” Jurnal Diklat Keagamaan 13, no. 2 (2019): 45–55.

Anjaya, Carolina Etnasari, and Yonatan Alex Arifianto. “Mengembangkan Misi Gereja Dalam Bingkai Moderasi Beragama.” THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 3, no. 1 (2021): 1–10.

Arifianto, Yonatan Alex. “Menumbuhkan Sikap Kerukunan Dalam Persepektif Iman Kristen Sebagai Upaya Deradikalisasi.” Khazanah Theologia 3, no. 2 (2021): 93–104.

Caliadi. “Jangan Terlalu Cepat Menilai Orang Lain.” Last modified 2021. Accessed March 2, 2021. https://kemenag.go.id/read/jangan-terlalu-cepat-menilai-orang-lain.

Faiqah, Nurul, and Toni Pransiska. “Radikalisme Islam Vs Moderasi Islam: Upaya Membangun Wajah Islam Indonesia Yang Damai.” Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman 17, no. 1 (2018): 33–60.

France, R. T. The Gospel of Matthew. Grand Rapids: Eerdmans Publishing Company, 2007.

Junaedi, Edi. “Inilah Moderasi Beragama Perspektif Kemenag.” Harmoni 18, no. 2 (2019): 182–186.

Lay, Cornelis. “Kekerasan Atas Nama Agama: Perspektif Politik.” Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 13, no. 1 (2009): 1–19.

McEleney, Neil J. “The Unity and Theme of Matthew 7:1-12.” Catholic Biblical Quarterly 56, no. 3 (1994): 490–500. http://resource.fhchs.edu/login?url=http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=rfh&AN=ATLA0000888242&site=ehost-live.

Nasrudin, Juhana, and Ahmad Ali Nurdin. “Politik Identitas Dan Representasi Politik (Studi Kasus Pada Pilkada DKI Periode 2018-2022).” Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama 1, no. 1 (2019): 34–47.

Saputro, Agus. “Agama Dan Negara : Politik Identitas Menuju Pilpres 2019.” Asketik 2, no. 2 (2018): 111–120.

Sari, Endang. “Kebangkitan Politik Identitas Islam Pada Arena Pemilihan Gubernur Jakarta.” Kritis: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2, no. 2 (2016): 145–156.

Siahaya, Johannis, Nunuk Rinukti, Ho Lucky Setiawan, Charista Jasmine Siahaya, and Vicky Samuel Sutiono. “Menstimulasi Sikap Kerukunan Dalam Jemaat: Sebuah Model Moderasi Beragama Menurut Roma 14: 1-4.” KURIOS:(Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) 7, no. 2 (2021).

Sumbulah, Umi. “Pluralisme Dan Kerukunan Umat Beragama Perspektif Elite Agama Di Kota Malang.” Analisa Journal of Social Science and Religion 22, no. 1 (2015): 1–13.

Triposa, Reni, and Broto Yulianto. “Konstrukti Moderasi Beragama Melalui Pembacaan Matius 23: 25-32.” JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO 4, no. 2 (2022): 329–343.

Utami, Winda Wana, and Darmaiza Darmaiza. “Hate Speech, Agama, Dan Kontestasi Politik Di Indonesia.” Indonesian Journal of Religion and Society 2, no. 2 (2020): 113–128.

Utley, Bob. The First Christian Primer: Matthew. Marshall, Texas: Bible Lessons International, 2010.

Widjaja, Fransiskus Irwan, and Harls Evan R. Siahaan. “Misi Dalam Dialog Iman Pada Ruang Virtual: Sebuah Model Reflektif Yohanes 3:1-21.” THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 2, no. 1 (2020): 40–48.

Zebua, Peringatan, Johannes Tarigan, and Fransiskus Irwan Widjaja. “Dialog Lintas Kelompok Dalam Membangun Harmoni Kehidupan Sebagai Tindakan Misi: Memaknai Ulang Narasi Yohanes 4:1-42.” KURIOS 7, no. 2 (October 31, 2021). https://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios/article/view/361.




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v8i1.300

Article Metrics

Abstract view : 149 times
PDF - 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Author

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Lisensi Creative Commons
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) oleh KURIOS disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada https://sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

KURIOS diindeks oleh:

View KURIOS Stats

Online ISSN : 2541-3945

Printed ISSN : 2541-3937

Copyright © KURIOS, 2018-2021. All Rights Reserved.