Penguatan karakter moderasi beragama melalui literasi keagamaan dalam pendidikan kristiani

Fransiskus Sawan, Marselus Ruben Payong

Abstract


Religious moderation is one of the themes that has been frequently researched in recent years. This topic is examined from various perspectives, including a Christian perspective. In the context of Christian education, studies on this topic generally focus on efforts to build a biblical foundation for moderate religious perspectives, attitudes, and practices. These studies are essential as a form of religious literacy. But so far, there has yet to be research on strengthening the character of religious moderation through the religious literacy movement in Christian education so that the values of religious moderation are internalized into the nature of students. This research aims to fill this gap. The method used is a descriptive qualitative method with a literature study approach. The results show that strengthening the character of religious moderation will be effective if religious literacy is carried out as a participatory movement through learning activities, developing school culture, extracurricular activities, and activities at home/church/community. The results of this study enrich the literature on moderation and religious literacy. They are helpful as an essential input for educators committed to forming the character of religious moderation in students.

 

Abstrak

Moderasi beragama merupakan salah satu tema yang sering diteliti selama beberapa tahun terakhir ini. Topik ini dikaji dari berbagai cara pandang termasuk cara pandang kristiani. Dalam konteks pendidikan kristiani, studi tentang topik ini umumnya berfokus pada upaya membangun landasan biblis cara pandang, sikap dan praktik hidup beragama yang moderat. Berbagai kajian ini penting sebagai bentuk literasi agama. Namun sejauh ini, belum ada penelitian tentang model penguatan karakter moderasi beragama melalui gerakan literasi agama dalam pendidikan kristiani agar nilai-nilai moderasi beragama terinternalisasi menjadi karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengisi gap ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasilnya menunjukkan bahwa penguatan karakter moderasi beragama akan efektif jika literasi keagamaan dilakukan sebagai gerakan partisipatif melalui kegiatan pembelajaran, pengembangan budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan di rumah/gereja/masyarakat. Hasil penelitian ini memperkaya literatur moderasi dan literasi keagamaan serta berguna sebagai input yang penting bagi para pendidik yang berkomitmen untuk membentuk karakter moderasi beragama dalam diri peserta didik.


Keywords


Christian education; religious literacy; religious moderation; religious moderation character; literasi keagamaan; karakter moderasi beragama; moderasi beragama; pendidikan kristiani

Full Text:

PDF

References


Batu, J.S.L, and D.O Sihotang. “Peran Guru Pendidikan Agama Katolik Dalam Memerangi Radikalisme” 22, no. 1 (2022): 116–135.

Carr, David. “Religious Education, Religious Literacy and Common Schooling: A Philosophy and History of Skewed Reflection.” Journal of Philosophy of Education 41, no. 4 (2007): 659–673.

Darung, Afrianus, and Yohanes Yuda. “Keterlibatan Gereja Katolik Mendukung Moderasi Beragama Berorientasi Pada Komitmen Kebangsaan” 5, no. 2 (2021): 84–97.

Dept.Dokpen KWI. Membangun Perdamaian: Menghormati Kelompok Minoritas- Pesan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II. Jakarta: Departemen Dokumentasi Dan Penerangan KWI, 1989.

Dewi, Noorwindhi Kartika, and Sahat Saragih. “Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan Terhadap Perilaku Prososial Remaja Di SMP Santa Ursula Jakarta.” Persona: Jurnal Psikologi Indonesia 3, no. 03 (2015).

Hakh, Samuel Benyamin. “Analisis Konstruktif Bibliologis Perjanjian Baru Tentang Moderasi Beragama.” Kurios 8, no. 2 (2022): 297.

Hutapea, Rinto.H. “Nilai Pendidikan Kristinai ‘Terimalah Satu Akan Yang Lain’ Dalam Bingkai Moderasi Beragama.” Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) 8, no. 1 (2022): 58–67.

Kadi, Titi. “Literasi Agama Dalam Memperkuat Pendidikan Multikulturalisme Di Perguruan Tinggi.” Jurnal Islam Nusantara 04, no. 01 (2020): 81–91. http://jurnalnu.com/index.php/as/index.

Kemendikbud. Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah 2. Jakarta: Direktoral Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.

———. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI No. 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, 2014.

Kemendikbudristek. Panduan Pelaksanaan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan Di Sekolah Dasar. Suparyanto Dan Rosad (2015, 2021.

———. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pusat Asesmen dan Pembelajaran- Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, 2021. http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/profil-pelajar-pancasila.

Kemendiknas. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Kemendiknas-Bandan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2011.

———. Pengembangan Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum, 2010.

Kementrian Agama RI. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.

Lasut, Shirley, Johny Hardori, Sadrakh Sugiono, Yada Putra Gratia, and Channel Eldad. “Membingkai Kemajemukan Melalui Pendidikan Agama Kristen di Indonesia.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 4, no. 2 (2021): 206–225.

Lichona, Thomas. Educationing for Character: Mendidik Untuk Membentuk Karakter. Jakarta. Bumi Aksara, 2012.

Miles, Matthew.B, and Huberman. A. Michkael. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI-Press, 1992.

Naben, Maksimilianus. “Peningkatan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Katolik Dalam Pengembangan Bahan Ajar Lembar Kerja Siswa Melalui Supervisi Klinis Pengawas.” Jurnal Paedagogy: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendid 9, no. 1 (2022): 281–288.

Nurzakiyah, Cucu. “Literasi Agama Sebagai Alternatif Pendidikan Moral.” Jurnal Penelitian Agama 19, no. 2 (2018): 20–29.

Payong, Marselus.R. “Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran PAK Di Sekolah.” In Membangun Pendidikan Karakter- Prosiding, 1–24. Ruteng: Program Studi Pendidikan Teologi STKIP St. Paulus, 2011.

Prapaskalis, Birgita.E.C, and Ola.R. Wilhelmus. “Penanaman Nilai-Nilai Toleransi Dan Pluralisme Dalam Diri Para Siswa Di SMAK St. Bonaventura Madiun Melalui Proses Belajar Mengajar di Sekolah.” JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik 21, no. 2 (2021): 30–49.

Prothero, Stephen. Religious Literacy: What Every American Needsto Know-and Doens’t. San Francisco: Harper, 2007.

Purnamasari, Deti Mega. “Riset PPIM UIN Jakarta: 30,16 Persen Mahasiswa Indonesia Intoleran.” Https://Nasional.Kompas.Com/Read/2021/03/02/13353621/Riset-Ppim-Uin-Jakarta-3016-Persen-Mahasiswa-Indonesia-Intoleran?Page=all, 2021.

Puspadini, Mentari. “Intoleransi Di Indonesia Capai 54 Persen, Ini Penyebabnya.” Https://Www.Medcom.Id/Nasional/Peristiwa/EN43rx1K-Intoleransi-Di-Indonesia-Capai-54-Persen-Ini-Penyebabnya. Jakarta, 2021.

R. Hadawiryana (Penerjemah). Dokumen Konsili Vatikan II: Dignitas Humane- Nostra Aetate. Jakarta: Departemen Dokumentasi & Penerangan KWI, 2013.

Rebong, Paulina.U. “Pelaksanaan Pendidikan Agama Katolik Sebagai Upaya Meningkatkan Perkembangan Iman Peserta Didik.” JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya 2, no. 1 (2021): 23–30.

Robbins, Stephen P, and Timothy A. Judge. Organizational Behavior. Pearson. English: Pearson, 2017.

Rumahuru, Yance Z., and Johana.S Talupun. “Pendidikan Agama Inklusif Sebagai Fondasi Moderasi Beragama: Strategi Merawat Keberagaman Di Indonesia.” Kurios 7, no. 2 (2021): 453–462.

Sawan, Fransikus, Suryadi, Nurhattati, and Neti Karnati. Knoeledge Sharing: Strategi Pengatan Perilaku Berbagai Pengetahuan Dalam Perspektif Servant Leadership. Yogyakarta: Nasmedia, 2021.

Sawan, Fransiskus. “Catatan Kaki” (2022).

Selanno, Semuel. “Moderasi Beragama Dalam Bingkai Pendidikan Agama Kristen Kehidupan.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 8, no. 13 (2022): 528–536.

Siahaya, Johannis, Nunuk Rinukti, Ho Lucky Setiawan, Charista Jasmine Siahaya, and Vicky Samuel Sutiono. “Menstimulasi Sikap Kerukunan Dalam Jemaat: Sebuah Model Moderasi Beragama Menurut Roma 14:1-4.” Kurios 7, no. 2 (2021): 345–351.

Skerrett, Allison. “Religious Literacies in a Secular Literacy Classroom.” Reading Research Quarterly 49, no. 2 (2013): 233–250.

Sofanudin, Aji, and Wahab. “Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Pembelajaran, Habituasi, Dan Ekstrakurikuler Di Madrasah/Sekolah.” Sofanudin, A. & W. (n.d.). Policy Brief “Survei Karakter Peserta Didik pada Madrasah dan SMA.” 46, 1–5., 2020.

Suardana, I Made. “Mengurai Landasan Konseptual PAK Berbasis Multikultural Dalam Konteks Indonesia.” Kurios 6, no. 2 (2020): 346.

Tarrapa, Setrianto. “Implementasi Pendidikan Agama Kristen Yang Relevan Dalam Masyarakat Majemuk Sebagai Dimensi Misi Gereja.” Kurios 7, no. 2 (2021): 392–403.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas, 2008.

Tubulau, Imanuel. “Kajian Teoritis Tentang Konsep Ruang Lingkup Kurikulum Pendidikan Agama Kristen.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 2, no. 1 (2020): 27–38.

Viktorahadi, Branu.R.F. “Moderasi Beragama Untuk Keindahan Hidup Bersama,” repository.unpar.ac.id (2022). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/autism-spectrum-disorders.




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v9i2.707

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Author

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.