Kebertahanan Janda Kristen Batak Toba dalam Hidup Menjanda Pasca Cerai Mati dan Cerai Hidup

Hadriana Marhaeni Munthe

Abstract


Tulisan ini mengangkat pengalaman hidup beberapa janda perempuan Batak Toba beragama Kristen yang berperan sebagai single parent di Kelurahan Titi Rantei,Medan. Mereka menjanda di usia relatif muda yang berhadapan dengan masalah ekonomi disertai berbagai praktik pelecehan maupun stigma. Tanggungjawab perempuan janda sebagai kepala keluarga yang single parent memang dirasakan sangat berat namun tidak menjadi alasan bagi perempuan ini untuk menikah kembali. Mereka tetap bertahan hidup sebagai janda di tengah tekanan hidup yang berat sekaligus menghadapi konflik dengan pihak keluarga mantan suaminya. Kebertahanan perempuan janda Kristen Batak Toba menjanda pasca cerai mati dan cerai hidup menggambarkan konstruksi habitus perempuan janda yang mandiri dan tangguh. Konstruksi habitus mandiri dan tangguh di kalangan perempuan janda Kristen Batak Toba dimaknai dengan terbentuknya modal mereka melalui beberapa dimensi. Pertama, nilai budaya anakonki do hamoraon diau (anak adalah harta yang paling berharga), penyerahan hidup pada Tuhan melalui aktivitas beribadah yang intens di gereja dan dukungan moril dan materiil keluarga dekat janda. Masing-masing modal ini menjadi kekuatan habitus perempuan janda Batak Toba bertahan menjanda dan mereka mampu menumbuhkan pencitraan janda yang positif yaitu perempuan yang kuat dan tangguh menggantikan pencitraan yang berlaku mengenai janda sebagai sosok perempuan yang lemah dan rapuh.

References


Arrivia, Gadis. 2006. “Pentingnya Metodologi Feminis”, Jurnal Perempuan Nomor 48. Jakarta: Penerbit Yayasan Jurnal Perempuan.

Baiduri, Ratih, 2016. “Laki-laki Feminis dalam Rumahtangga dan Keluarga Perempuan Pedagang Batak Toba (Inang-Inang) di kota Medan”, Konferensi Internsional Feminsme: Persilangan Identitas, Agensi dan Politik (20 Tahun Jurnal Perempuan), https://www.jurnalperempuan.org...

Data Statistik Penduduk, Kecamatan Medan Baru dalam Angka, 2015

Gultom, SDA, 2018. Resistensi Janda Batak Terhadap Dominasi System Patriarki Budaya Batak Di Surabaya, repository.unair.ac.id

McNay, Lois.1999. Gender, Habitus and the Field Pierre Bourdiau and the Limits of Reflexcity. https://www.semanticscholar.org > G…

Munthe, HM. “Patriarchal Reproduction of Women Gender Ideology in The Pakpak Family”, Indonesia, Junior Scientific Researcher Journal, Vol.V, No.2.pp.1-15,ISSN:2458-0341, http://www.jsrpublishing.com

Noer, KU, 2012. “Land, Marriage and Social exclusion: the case of Madurese exile widow”, International Congress on Interdisciplinary Business and Social Sciences 2012 (ICIBSoS 2012), Procedia-Social and Behavioral Sciences 65, 180-185. www.sciencedirect.com>pil>pdf

Nainggolan,TOS, 2005, Kedudukan Anak Perempuan Dalam Hukum Waris Adat Pada Masyarakat Toba Di Kecamatan Pontianak Kota Di Kota Pontianak, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Nurjannah and R Dewi, 2018. The Role of Batak Tobanese womwn as parengge-rengge to enhance the living standards of family at Pajak Horas in Pematang SIantar City, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, https://www.researchgate.net>fulltext

Nur Hanna, Salinah, 2012. “Janda dari masa ke Masa: Upaya Keluar dari Kelindan Kekerasan” dalam Rifka media No.50 “ Janda dari Mitos ke Mitos: Melacak Akar Kekerasan by Rifkamedia-issuu https://issue.com>rifkamedia>docs

Parker and Creese, 2016. “The Stigmatisation of Widows and Divorcees (Janda) in Indonesian Society”, Vol.44, No. 128,1-6, Indonesia and The Malay World, http://dx.doiorg/10.1080/13639811.2015.1111647

Pardede, Erlina. 2010. Menelusuri Bentuk-bentuk Kekerasan Perempuan di Masyarakat Adat. Sidikalang: Penerbit Pesada.

Reinharz, Shulamit. 1992. Feminist Methods in Social Research. New York: Oxford University Press.

Sihotang, AP dkk, 2015. Reposisi Kedudukan Janda (Cerai Mati) Dalam Hukum Waris Adat Batak Dalam Perspektif Gender, journals.usm.ac.id

Sihotang, Amri and Mahmuhtarom, HR, 2017, Reposition of Widow’s Position (Divorve Due To Death) In BatakCustomaryInheritance Law In Gender Perspective, Journal of Education and Social Sciences, Vol 6, Issue I, (Feb) ISSN 2289-1552, https://www.jesoc.com>2018/03

Tagwa dan Sadewo, 2016. “Kekerasan Simbolik pada Perempuan Janda di Kabupaten Sidoarjo”, https://Jurnalmahasiswa.unesa.ac.id




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v6i2.178

Article Metrics

Abstract view : 19 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

KURIOS telah terdaftar pada situs:

View My Stats

Online ISSN : 2541-3945

Printed ISSN : 2541-3937

Copyright © KURIOS, 2018-2020. All Rights Reserved.