Dialog Sebagai Cara Hidup Menggereja di Kultur Indonesia

Yusuf Siswantara

Abstract


Dialogue is not a mere empty term or theory; it is evident in religious life and even becomes a necessity in the attitude of participation as a knot of kenosis thought (A. Pieris) and Asian theology (C.S. Song). The ideal dialogue model has been narrated in the story of Emmaus' journey which also became a model of the Lord's Supper. Thus, the ideal of dialogue is the story of the Eucharist. Indonesia as part of Asia has its own diversity context. The method in this article is qualitative, using the method of analyzing literature from various figures' thoughts about the dialogue that can be applied in the Indonesian context. As a result, there are four forms of dialogue that can be applied in the context of Indonesia's diversity, by specializing in a dialogue of work and dialogue of life.

Abstrak: Dialog bukanlah istilah kosong atau teori belaka; kata ini nyata dalam kehidupan beragama dan, bahkan, menjadi keharusan dalam sikap partisipasi sebagai simpul pemikiran kenosis (A. Pieris) dan teologi Asia (C.S. Song). Model dialog ideal telah dinarasikan dalam kisah perjalanan Emaus yang juga menjadi model perjamuan kudus. Dengan demikian, idealitas dialog adalah kisah perjamuan kudus. Indonesia sebagai bagian dari Asia memiliki konteks keberagamannya sendiri. Metode dalam artikel ini adalah kualitatif, dengan menggunakan metode analisis literatur dari berbagai pemikiran tokoh tentang dialog yang dapat diterapkan dalam konteks Indonesia. Hasilnya, ada empat bentuk dialog yang bisa diterapkan dalam konteks keberagaman Indonesia, dengan mengkhususkan dialog karya dan dialog kehidupan.

Keywords


Asian theology; church; dialogue; diversity; kenosis; participation; dialog; keberagaman; kultur Indonesia; teologi Asia

Full Text:

PDF

References


Ad Gentes (AD), Dekrit tentang Kegiatan Misioner Gereja

Aritonang, Arthur. “Peran Sosiologis Gereja Dalam Relasi Kehidupan Antar Umat Beragama Indonesia.” Jurnal TeDeum 9, no. 1 (2019): 69–101.

Astra, I Gde Semadi. “Pluralitas Dan Heterogenitas Dalam Konteks Pembinaan Kesatuan Bangsa.” Jurnal Kajian Budaya 10, no. 20 (2014): 1–20. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kajian/article/view/13869.

Deulles, Avery, Model-model Gereja, Nusa Dua, 1990.

Dwiraharjo, Susanto. “Kajian Eksegetikal Amanat Agung Menurut Matius 28 : 18-20.” Jurnal Teologi Gracia Deo 1, no. 2 (2019): 56–73. http://sttbaptisjkt.ac.id/e-journal/index.php/graciadeo.

Fransiskus, Paus. Ensiklik Laudato Si, Tentang Perawatan Rumah Kita Bersama, Jakarta: Penerbit Obor, 2017

Gaudium et Spes (GS), Dokumen Konstitusi Gereja tentang pastoral

Human Rights Watch, Atas Nama Agama, USA, Human Rights Watch, 2013.

Humanae Personae Dignitatem (28 Agustus 1968) dokumen dari Vatican Secretariat for Unbelievers tentang pedoman dialog.

Hartono, Handreas. “Mengaktualisasikan Amanat Agung Matius 28 : 19-20 Dalam Konteks Era Digital.” KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) 4, no. 2 (2018): 19–20. www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

Lumintang, Stevri. Teologi Abu-Abu Pluralisme Agama, Malang: Gandum Mas, 2004.

Riyanto, E. Armada. Dialog Interreligius, Historisitas, Tesis, Pergumulan, Wajah, Kanisius, Yogyakarta 2010.

Riyanto, E. Armada. Dialog Agama dalam Pandangan Gereja Katolik, Yogyakarta: Kanisius, 1995

Ruck, Anne. Sejarah Gereja Asia, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008

Siahaan, Harls Evan. “Mengajarkan Nasionalisme Lewat Momentum Perayaan Paskah : Refleksi Kritis Keluaran 12 : 1-51.” Dunamis : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. 2 (2017): 140–155. https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/view/119.

Sinaga, Elfri Darlin. “Doktrin Alkitab Tentang Baptisan: Suatu Kajian Teologis Tentang Praktik Upacara Baptisan Di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.” Jurnal Ilmiah Teologi 6, no. 2 (2018): 66–93.

Song, C.S. Allah yang Turut Menderita, Jakarta: Gunung Mulia, 1995.

______. Sebutkanlah Nama-Nama Kami. Teologi Cerita Dari Perspektif Asia, Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 1993.

Sumardjo, Jakob. “Katolik Inklusif” dalam: Rudiyanto Subagio & Sherly Iliana (Ed), Nos Omnes Fermentamus, Penerbit KOMUNIKASI, Bandung: 2001.

Timo, Ebenhaizer I Nuban. Gereja Lintas Agama: Pemikiran-Pemikiran Bagi Pembaharuan Kekristenan di Asia. Salatiga: Satya Wacana University Press, 2013.

https://www.hrw.org/id/news/2013/02/25/248933

http://kaumindependen.blogspot.com/2014/04/mahatma-gandhi-saya-suka-kristus-anda.html

http://www.katolisitas.org/tinggallah-bersama-kami-ya-tuhan/

https://nasional.kompas.com/read/2019/09/30/17230711/kronologi-kerusuhan-di-wamena-versi-komnas-ham?page=all

https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-42942628

https://www.nahimunkar.org/waspadai-10-modus-kristenisasi-yang-menggerogoti-umat-islam-indonesia




DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.105

Article Metrics

Abstract view : 104 times
PDF - 33 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios.

KURIOS telah terindeks pada situs:

e-ISSN: 2614-3135

p-ISSN : 2615-739X

Copyright KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2017-2019. All Rights Reserved.

View KURIOS' Stats