Kepemimpinan perempuan sebagai praksis eklesiologis inklusif
Studi fenomenologi di Jemaat GMIM Koha
DOI:
https://doi.org/10.30995/kur.v12i1.1179Keywords:
feminist theology, GMIM, Minahasa culture, participatory ecclesiology, phenomenology, women’s leadership, budaya Minahasa, eklesiologi partisipatoris, fenomenologi, kepemimpinan perempuan, teologi feminisAbstract
Women's leadership in the church continues to generate varied responses, from acceptance to rejection. The GMIM Eben Haezer and Sion Koha congregations serve as the research context to understand the dynamics of women's involvement as leaders in a church that is theologically open to gender equality. This study analyses the factors shaping women's leadership in GMIM Koha and constructs its ecclesiological implications. A phenomenological method was applied through in-depth interviews with four female leaders from both congregations. The research reveals four key findings: first, GMIM doctrine explicitly accommodates women's leadership without gender distinction; second, the egalitarian Minahasa culture functions as social-theological capital supporting women's leadership; third, feminist theology and gender studies serve as a critical framework for some female leaders; and fourth, women's competencies in leadership roles contribute meaningfully to ministry effectiveness. These findings imply the need for a participatory ecclesiology that positions women as equal partners in the church's mission, grounded in a comprehensive and just understanding of imago Dei.
Abstrak
Kepemimpinan perempuan dalam gereja masih memunculkan beragam respons, baik yang menerima maupun yang menolak. Jemaat GMIM Eben Haezer dan Sion Koha menjadi konteks penelitian untuk memahami dinamika keterlibatan perempuan sebagai pemimpin dalam gereja yang secara teologis terbuka terhadap kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang membentuk kepemimpinan perempuan di GMIM Koha serta merumuskan implikasi eklesiologisnya. Metode fenomenologi diterapkan melalui wawancara mendalam dengan empat pemimpin perempuan dari kedua jemaat tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan empat temuan utama: pertama, doktrin GMIM secara eksplisit mengakomodasi kepemimpinan perempuan tanpa pembedaan gender; kedua, budaya Minahasa yang egaliter berfungsi sebagai modal sosial-teologis yang mendorong kepemimpinan perempuan; ketiga, teologi feminis dan studi gender berperan sebagai kerangka kritis bagi sebagian pemimpin perempuan; dan keempat, kompetensi perempuan dalam kepemimpinan berkontribusi nyata terhadap efektivitas pelayanan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya eklesiologi partisipatoris yang menempatkan perempuan sebagai mitra setara dalam misi gereja, berpijak pada pemahaman tentang imago Dei yang utuh dan adil.
References
Angellyna, Sri, Stynie Nova Tumbol, dan Eduhertho, “Kajian Historis Kritis Kedudukan dan Tugas Perempuan dalam Surat 1 Korintus 14:34 Bagi Gereja Masa Kini,” Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja 2, no. 2 (2022): 161–179, https://doi.org/10.54170/dp.v2i2.141.
Anin, Wilfridus, Sumbangan Teologi Feminis dalam Membangun Kesetaraan Gender di Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus-Noemuti dan Implikasinya Bagi Karya Pastoral (disertasi, IFTK Ledalero, 2022).
Bu’ulolo, Sedihati, dan Riste Tioma, “Kepemimpinan Wanita Kristen: Pengaruh dan Tantangan dalam Konteks Gereja Modern,” Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. 1 (2023): 181–199, https://doi.org/10.55606/corammundo.v5i1.177.
Fiorenza, Elisabeth Schüssler, In Memory of Her: A Feminist Theological Reconstruction of Christian Origins (New York: Crossroad, 1983).
Fiorenza, Elisabeth Schüssler, Untuk Mengenang Perempuan Itu: Rekonstruksi Teologis Feminis tentang Asal-Usul Kekristenan (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995).
GMIM, Dashboard GMIM, 2022–2025, Bidang Data Informatika & Litbang, https://dashboard.gmim.info/.
Halidin, Ali, “Identitas Gender dalam Perspektif Agama Kristen,” Al-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan 10, no. 1 (2017): 25–44, https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v10i1.454.
Kahija, Y. F. La, Penelitian Fenomenologis (Phenomenology Research) (Yogyakarta: Kanisius, 2017).
Kristianto, Paulus Eko, “Perempuan Sebagai Pemimpin?: Belajar Nilai Kepemimpinan Dari Priska dalam Kehidupan Jemaat Mula-Mula,” Tumou Tou 9, no. 1 (2022): 1–8.
Kusumawanti, Nike, dan Ucca Arawindha, “Desain Riset Penelitian Fenomenologi,” dalam Metodologi Penelitian Kualitatif — Berbagi Pengalaman Dari Lapangan (Jakarta: Raja Grafindo Perkasa, 2018).
Manao, Martin L., Donna M. Sampaleng, Mukhlis Manao, dan Alon M. Nainggolan, “Pembentukan dan Pemilihan Pemimpin Gereja yang Berkualitas,” JMPK: Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen 2, no. 1 (2022): 50–64, https://doi.org/10.51667/jmpk.v2i1.888.
Natar, Asnath Niwa, “Gereja Yang Berpihak pada Perempuan (Sebuah Eklesiologi Gereja Perspektif Feminis),” Musãwa: Jurnal Studi Gender dan Islam 17, no. 1 (2018).
Natar, Asnath N., “Perempuan dalam Kepemimpinan Agama: Pengalaman Kristen,” Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam 18, no. 2 (2019): 133–148, http://dx.doi.org/10.14421/musawa.2019.182.133-147.
Putrawan, Bobby Kurnia, “Perempuan dan Kepemimpinan Gereja: Suatu Dialog Perspektif Hermeneutika Feminis,” Kurios 6, no. 1 (2020): 114–126, https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.130.
Randan, Sindy, dan Sandy Randan, “Menilik Keberadaan Perempuan Sebagai Pemimpin dalam Gereja: Analisis Naratif terhadap Teks Hakim-Hakim 4–5,” Economics and Business Solutions Journal 4, no. 1 (2020): 48–58.
Rinukti Siahaya, Nunuk, “Peranan Perempuan Menurut Perjanjian Baru Bagi Perkembangan Kepemimpinan Perempuan di dalam Gereja,” Jurnal Teruna Bhakti 1, no. 1 (2018): 33–41.
Saragih, Jusni H., Irene Umbu Lolo, dan Minggus Minarto Pranoto, “Allah Sebagai Parsonduk: Perempuan Pemimpin dalam Konteks Gereja Kristen Protestan Simalungun dan Masyarakat Simalungun,” Jurnal Abdiel 3, no. 2 (2019): 47–68, https://doi.org/10.37368/ja.v3i2.107.
Sunariyanti, Sapto, dan I Made Priana, “Gaya Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Menyikapi Budaya Patriarkal di Gereja,” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 13, no. 1 (2023): 95–112, https://doi.org/10.46495/sdjt.v13i1.185.
Surya, Agus, “Peran Perempuan dalam Ibadah: Dialektika Politik dan Teologi Tubuh,” SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) 3, no. 2 (2020): 84–94, https://doi.org/10.47166/sot.v3i2.22.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jhounlee Pance Tatuhas, Daniel Siahaan, Patresia R. Tumba, Alon Mandimpu Nainggolan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



