Webmail |  Berita |  Agenda |  Pengumuman |  Artikel |  Video

Kristus berasal dari Allah dan kembali kepada Allah.

16 Mei 2017
04:12:35 WIB

Yohanes 13:3

Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

 

Sejarah yang membawa revolusi dunia dan moralitas adalah kedatang Anak Allah kedalam dunia (melalui inkarnasi). Masuknya Ilahi di dalam sejarah manusia dari kemuliaan yang kekal menuju kemuliaan yang kekal “enternal glory of invisible of God”   adalah inkarnsi sejati. Pengharapan yang kekal ini berasal dari Allah yang kekal yaitu kemuliaan yang kekal, kemuliaan yang memulihkan, kemuliaan yang menebus dan kemuliaan yang menyelamatkan menjadi milik manusia. Oleh karena itu, Kristus is standard of morality for eternity, standar sekaligus puncak iman Kristen. Seorang pakar Teolog berkata pelajaran yang paling baik, ketika orang lain tidak belajar dari sejarah. Artinya revolusi yang dibawa Kristus berkontradiksi dengan dunia.

 

Ayat ini juga menjawab seluruh pertanyaan dunia Seperti skeptisme dan kaum intelektual tentang eksistensi Tuhan Yesus Kristus.  Ayat jelas bahwa Pengakuan yang Tuhan Yesus Kristus sendiri keluar perkataan ini bukan pengakuan manusia. Yaitu “Ia (Yesus Kristus) datang dari Allah (theos) dan kembali kepada Allah (theos).”

 

Jika ditinjau dari perikop ini, tindakan Yesus Kristus memberikan teladan sejati yaitu pembasuhan kaki murid-murid-Nya. Pembasuhan kaki ada dua arti interpretasi,  Pertama dalam kebudayaan Yahudi pembasuhan kaki adalah tindakan yang harus dilakukan sebelum masuk dalam bait Allah, kedua, pembasuhan kaki selalu konotasinya mengacu kepada hamba. Namun kata basuh Yun ; νιπτω “nipto” menggunakan artikel imperative[1] (perintah), artinya membasuh,  basuhlah dirimu  …  membasuh dirinya, cucilah. Jadi, membasuh kaki adalah perintah Allah dan Yesus Kristus sendiri membasuh. Dalam pembasuhan ini ada makna yang tersembunyi yaitu Aku (Yesus) tahu, dari kekekalan sejak kekekalan, siapa yang Ia pilih (ordo solutis) dan siapa Allah utus dan utusan Allah (ay 3, 18, 20).

 

Manusia diciptakan oleh pencipta segambar dan serupa dengan Allah maka teladan sejati yang diajarkan-Nya perlu dan harus ada dalam hidup orang beriman. Karena Kristus standard of morality and standard of faith.

 

Doktrin iman Kristen terungkap dan tersembunyi dalam ayat ini. “Ia (Yesus Kristus) datang dari Allah (theos) dan kembali kepada Allah (theos)”.

1.      Datang dari Allah.

Kata “datang dari” dalam LAI kurang memuaskan arti dan pengertian dan sudah diperhalus artinya.  Kata “datang dari” dalam bahasa Yunani ada dua istilah : απο apo artinya sejak kekekalan, bersama-sama dengan… dan εξερχομαι exerchomai  artinya keluar, keluar dari, datang, datang keluar dari, berasal, berasal dari. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Yesus Kristus sejak kekekalan bersama-sama dengan Bapa (Theos) keluar dan datang keluar dari Allah (Theos).

 

Maka Ayat yang sesungguhnya berbunyi “Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Dia (Yesus Kristus) sejak kekekalan bersama-sama dengan Bapa (Theos) keluar dan datang keluar dari Allah (Theos). Sejak kekekalan bersama-sama dengan Allah dan keluar dari Allah (Theos) adalah doktin Tritunggal sejati.

2.      Kembali kepada Allah.

 

Kata “kembali kepada” Allah dalam bahasa Yun : υπαγω hupago, artinya kembali kepada Allah, menuju kepada Allah. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Ku utus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."

 

Perkataan ini adalah perkataan yang penting. Jika manusia menerima Kristus maka ia menerima Bapa, jika manusia melihat Yesus Kristus maka Ia melihat Bapa dan Barangsiapa yang percaya kepada Yesus ia percaya kepada Allah. Oleh karena itu, disini terletak esensi kepecayaan Iman Kristen.

 

Penulis mengucapkan Terima Kasih kepada Yesus Kristus, semoga artikel ini memberkati kita dan memberikan pencerahan iman Kristen kepada orang percaya. (Ditulis oleh Perdamawati Waruwu, mahasiswi STT Pelita Bangsa)



[1] . Imperatif dipakai untuk memberikan perintah atau permintaan, dan mempertegas kemauan, serta menyatakan larangan.

File Terbaru

Facebook Fanpage

TAUTAN EKSTERNAL